Akan Ada Hari Menabung Nasional

Senin, Desember 10, 2018 | Beri komentar
Akan Ada Hari Menabung Nasional

Menabung merupakan hal yang penting untuk keperluan mendesak di masa depan. Namun sekarang ini yang namanya menabung bukan hanya di bank atau celengan ayam dirumah.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan melalui lembaga terkait, salah satunya lewat Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK sudah menggodok dan mencanangkan hari Manabung Nasional.

"Kita rencanakan akan ada hari Indonesia Menabung. Jadi kita pengin supaya inklusif masyarakat Indoensia. Seluruh masyarakat Indonesia terutama pelajar itu semua nanti punya rekening," kata Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Sarjito di Jakarta.

Sarjito menuturkan, rencana ini terus dibahas bersama sejumlah instansi terkait agar segera bisa diluncurkan. Ia menilai, pelajar di Tanah Air perlu dan penting memiliki rekening tabungan di bank, seperti halnya mahasiswa.

"Sekarang semua mahasiswa sudah punya rekening, tapi pelajar tidak semuanya termasuk pelajar keagamaan. Mereka bisa memilih kalau mau berbasis syariah," ujarnya.

Dia menerangkan, para pelajar yang akan membuka rekening bank akan dipermudah terutama sisi administrasi. Sehingga kemudahan ini meningkatkan animo dan antusias pelajar untuk memiliki tabungan di bank. Pada akhirnya menggenjot tingkat inklusi keuangan di Indonesia.

"Jadi kita harus kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama, supaya semua siswa di Indoensia punya rekening. Kita harus budayakan mereka, jadi kalau dengan hari menabung nasional setiap hari tertentu orang-orang pada menabung," imbuhnya.

Ia menuturkan, aturan atau regulasi peningkatan inklusi keuangan melalui Hari Menabung Nasional ini segera terbit pertengahan tahun ini. Menurutnya, memahami inklusi keuangan tidak hanya punya rekening tetapi mendorong seseorang untuk tidak dormant account (rekening tidur).

"Nanti bentuknya Kepres (Surat Keputusan Presiden), insya allah. Rencanan nanti di Agustus, tapi nanti kita lihat. Kita akan lakukan proses itu secara massif," tuturnya.

"Edukasi kita lakukan lebih massif lagi, karena jika nggak ada edukasi orang tidak mengerti. Kita punya target 2019 ini, inklusi kita harus mencapai 75 persen," sambungnya.
Reaksi:
Kategori: ,