Program Pendekar Anak UNICEF Bagi Perbaikan Gizi Dan Kondisi Anak Indonesia


Unicef tidak pernah bosan dalam upayanya terus menggalang dana secara nasional bagi perbaikan kondisi anak di Indonesia yang masih kurang beruntung. Seperti gizi buruk atau biaya sekolah yang tidak ada. Salah satu giat Unicef dalam hal ini adalah program pendekar anak UNICEF

Jika anda berminat untuk menjadi salah satu kontributor di program pendekar anak, yuk simak penjelasannya dibawah ini:   

Menjadi pendekar ala UNICEF           

Pendekar Unicef bukan sembarang pendekar karena pendekar anak Unicef tidak hanya menyelamatkan anak yang bersangkutan saja, tapi juga mewujudkan generasi gemilang anak Indonesia di masa yang akan datang. 

Untuk itu anda bisa menjadi pendekar anak melalui Unicef dengan mengunjungi website UNICEF Indonesia yang resmi. Disitu anda akan diminta untuk memilih tipe donasi yang akan anda lakukan. Misal jika anda ingin memilih jenis donasi satu kali atau donasi rutin. 

Setelah itu anda tinggal menentukan jumlah atau besaran yang akan didonasikan. Jangan lupa untuk mengisi data diri serta alamat email dan nomor telepon yang dapat dihubungi sewaktu-waktu. Untuk donasi satu kali anda dapat melakukan transfer atau dengan kartu kredit, namun untuk donasi rutin saat ini hanya bisa dilakukan dengan kartu kredit. Dengan menjadi pendekar anak di Unicef, maka anda sudah berkontribusi  dalam program donasi anak Indonesia juga yang merupakan program Unicef lainnya. 

Banyak hal yang menyebabkan anak Indonesia mengalami gizi buruk. Faktor ekonomi yang diperparah kondisi ketidakpahaman para orang tua akan jenis makanan yang dibutuhkan bayi dan anak dalam masa pertumbuhan baik fisik dan otaknya. Bahkan ironisnya sebagian para orangtua di wilayah pedalaman masih mempercayai dukun atau adat istiadat setempat akan jenis makanan yang seharusnya diberikan bagi bayi dan anak, namun tidak dilakukan. Seperti pantangan memberikan ikan pada anak usia tertentu yang dianggap dapat memicu cacingan, dan kepercayaan lainnya. 

Donasi nutrisi diharapkan dapat menjadi solusi bagi penanganan gizi buruk anak dan bayi selain sosialisasi yang dilakukan kepada orangtua akan pentingnya masa-masa tertentu pada usia anak yang membutuhkan gizi yang cukup.

Posting Komentar

0 Komentar